Kultur Masyarakat Kediri Memiliki Ciri Unik dan Khas

Orang Kediri itu unik. Disebut begitu karena karakter sebagian besar orang asli kediri itu berbeda dari umumnya karakter orang Jawa Timur pada umumnya. Di Kediri, orangnya dikenal santun dalam bertutur kata, lemah lembut dan menghargai hirarki atau kasta.

Ciri ini tentu agak berbeda dari sebagian besar penduduk di Jawa Timur pada umumnya yang dikenal dengan gaya bahasa ceplas-ceplosnya. Semisal adalah karakter orang Surabaya yang bicara apa adanya dan karakter orang Madura yang dikenal keras dan kuat.

di Kediri cenderung lebih santun dari sebagian besar dan kebanyakan orang jawa timuran. Ini disebabkan pengaruh masa lalu dimana wilayah Kediri merupakan daerah kekuasaan kerajaan mataram sehingga pengaruhnya sangat kuat.

Karakter orang mataraman adalah bicaranya yang lemah lembut, dan ada hirarki dalam penggunaan kosa kata. Pengaruh mataraman inilah yang menjadi ciri khas karakter orang Kediri.

Selaion dikenal lemah lembut seperti kebanyakan orang daerah Jawa Tengah, orang Kediri juga dikenal sangat toleran. Karakter ini juga berbeda dengan karakter sebagian besar masyarakat lainnya. Wong Kediri iku cuek, gak terlalu peduli dengan urusan orang lain apalagi urusan agama dan keyakinan.

Maka tengok saja informasi di berita Kediri mengenai dampak sosial dari perbedaan cara pandang keyakinan dan agama pasti nyaris tidak ditemukan. Beragam aliran kepercayaan maupun aliran keagamaan dapat tumbuh di Kediri, tanpa khawatir akan mendapat penolakan.

Contohnya dalah aliran agama yang kemunculannya cukup mengejutkan di blantika nusantara yaitu LDII. Sebelum berubah nama menjadi seperti sekarang ini, LDII sempat dihujat dan dicap sebagai sempalan agama yang dihujat secara nasional. Namun mengapa aliran dan pusat kegiatan aliran keagamaan ini justru bisa tumbuh subur di Kediri? Kelompk ini konon sudah masuk dan menyeruak di berbagai sektor kehidupan dan politik baik lokal dan nasional. Ditingkat lokal cukup mendominasi panggung politik dan pemerintahan.

Ini tentu tidak lepas dari karakter orang Kediri yang cenderung tidak terlalu peduli dengan urusan begituan. dalam bahasa kerennya orang Kediri itu permisif. Selama dianggap tidak mengganggu lingkungan atau dirinya, maka kegiatan apapun diberi ruang untuk berekspresi.