Masjid Sulatan Ternate yang Indah

Masjid Sulatan Ternate yang Indah

Masjid Sulatan Ternate yang Indah

Masjid sultan ternate adalah sebuah masjid yang terletak di kawasan jalan sultan khairun, kelurahan soasio, kecamatan ternate utara kota ternate provinsi maluku utara. masjid sultan ternate ini menjadi bukti keberadaan kesultanan islam pertama di kawasan timur nusantara ini.

Sejarah Kesultanan Ternate

kesultanan ternate mulai menganut islam sejak raja ke delapan belas yaitu kolano marhum yang bertahta sekitar 1455 sampai 1486 masehi adalah putranya zainal abidin ada 1486 sampai Rp. 1.500 yang makin memantapkan ternate sebagai kesultanan islam dengan mengganti gelar kolano menjadi sultan menetapkan islam sebagai agama resmi kerajaan memberlakukan syariat islam serta membentuk lembaga kerajaan sesuai hukum islam dengan melibatkan para ulama. masjid sultan ternate ini diperkirakan telah dirintis sejak masa sultan zainal abidin juga yang beranggapan bahwa pendiri masjid sultan baru dilakukan awal abad ke-17 yaitu sekitar tahun 1661 berkuasanya sultan said barakati. hingga sekarang cuma belum ditemukan angka valid sejak kapan ke sebetulnya masjid sultan ternate ini didirikan namun, melihat kenyataan sejarah sebelum sultan said barakati naik tahta kesultanan ternate telah mengalami kemajuan yang sangat pesat baik di bidang keagamaan, ekonomi maupun angkatan perang.

perjuangan sultan hairun pada tahun 1534 sampai 1570 yang dilanjutkan oleh penerusnya yaitu sultan baabullah pada tahun 1570 sampai 1583 untuk mengusir pasukan portugis misalnya menjadi salah satu fase kegemilangan kesultanan ternate sekitar setengah abad sebelum berkuasanya sultan said barakati. Sehingga, perkiraan bahwa masjid sultan ternate baru dibangun pada awal abad ke 17 tidak memiliki alasan yang cukup kuat. sebagian kesultanan islam lainnya di nusantara, masjid sultan ternate dibangun di dekat kedaton sultan ternate tepatnya sekitar 100 meter sebelah tenggara kedaton.

posisi masjid ini tentu saja berkaitan dengan peran penting masjid dalam kehidupan beragama di kesultanan ternate. tradisi atau ritual keagamaan yang diselenggarakan kesultanan selalu berpusat di masjid ini. masjid sultan ternate ini dibangun dengan komposisi bahan yang terbuat dari susunan bata dengan bahan perekat dari campuran campuran kulit kayu pohon kalumpang.  sementara arsitekturnya mengambil bentuk segi empat dengan atap berbentuk tumpang limas dimana tiap tumpang dipenuhi dengan terali berukir.

arsitektur ini tampaknya merupakan gaya arsitektur khas masjid awal di nusantara seperti halnya masjid pertama di tanah jawa dimana atapnya tidak berbentuk kubah melainkan limasan. berbeda dengan masjid pada umumnya masjid sultan ternate atau yang disebut juga sih kamu ini terkenal unik karena memiliki aturan adat yang tegas seperti larangan memakai sarung atau wajib mengenakan celana panjang panjang bagi para jamaahnya, kewajiban memakai tutup kepala atau kopiah dan larangan bagi perempuan untuk beribadah di masjid ini. berbagai aturan ini konon berasal dari petuah para leluhur yang disebut boro-boro, dalil diva dan dalil moro yang hingga kini masih ditaati oleh masyarakat ternate,  terutama di lingkungan kedaton.

menurut keterangan imam masjid sultan ternate yang bergelar joy jauh kalem atau kaji larangan tersebut memiliki dasar aturan yang kuat. sejak dulu, masjid memang menjadi salah satu tempat yang dianggap suci dan harus dihormati oleh masyarakat ternate. larangan kaum hawa untuk beribadah di masjid ini didasarkan pada alasan untuk menjaga kesucian masjid yaitu supaya tempat ibadah ini terhindar dari ketidaksengajaan perempuan yang tiba-tiba saja datang bula. disamping itu, kehadiran perempuan ditengarai juga akan dapat memecah kekhusukan dalam menjalankan ibadah di masjid ini. sementara larangan bagi jamaah yang memakai sarung atau pakaian sejenisnya didasarkan pada alasan yang bersifat tasawuf.

menurut kepercayaan mereka koma posisi kaki pria ketika salat dengan mengenakan celana panjang menunjukkan huruf alif lam terbalik yang bermakna dua kalimat syahadat. hal tersebut sebagai perlambangan bahwa orang tersebut telah mengakui keesaan allah subhanahu wa ta’ala dan muhammad sebagai utusan nya.