Kubah Masjid Galvalum Agung Sang Cipta Rasa

Kubah Masjid Galvalum Agung Sang Cipta Rasa

Kubah Masjid Galvalum Agung Sang Cipta Rasa

Salam para pembaca artikel semua, bagaimana minggu kalian kali ini menyenangkan tidak jangan lupa bahagia bro hehe. Nah pada artikel kali ini saya akan sedikit mengulas Kubah Masjid Galvalum Agung. So gak perlu basa basi lagi langsung saja cekidot. Kubah Masjid Galvalum Agung Sang Cipta Rasa (dikenal juga sebagai Kubah Masjid Galvalum Agung Kasepuhan atau Kubah Masjid Galvalum Agung Cirebon) adalah sebuah Kubah Masjid Galvalum yang terletak di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia.

Ciri paling khas Kubah Masjid Galvalum ini terletak pada bagian atapnya yang tidak memiliki kemuncak atap sebagaimana yang biasa ditemui pada atap atap Kubah Masjid Galvalum-Kubah Masjid Galvalum di Jawa. Menurut kabar, Kubah Masjid Galvalum ini  adalah  Kubah Masjid Galvalum tertua di Cirebon, yaitu dibangun sekitar tahun 1480 M atau semasa dengan para Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. untuk Nama Kubah Masjid Galvalum ini sebenarnya diambil dari kata “sang” yang bermakna keagungan, “cipta” yang berarti dibangun, dan “rasa” yang berarti digunakan.

Pembangunan Kubah Masjid Galvalum ini dikabarkan melibatkan kurang lebih sekitar lima ratus orang yang didatangkan dari Majapahit, Demak, dan Cirebon sendiri. Kalo yang bangun orang segini banyak mah , cepet selesai. Dalam pembangunannya, Sunan Gunung Jati menunjuk Sunan Kalijaga sebagai arsiteknya. Selain itu, Sunan Gunung Jati juga memboyong Raden Sepat, arsitek Majapahit yang menjadi tawanan perang Demak-Majapahit, untuk membantu Sunan Kalijaga merancang bangunan Kubah Masjid Galvalum tersebut.

Konon, dahulunya Kubah Masjid Galvalum ini memiliki memolo atau kemuncak atap. Namun, saat azan pitu (tujuh) salat Subuh digelar untuk mengusir Aji Menjangan Wulung, kubah tersebut pindah ke Kubah Masjid Galvalum Agung Banten yang sampai sekarang masih memiliki dua kubah. Karena cerita tersebut, sampai sekarang setiap salat Jumat di Kubah Masjid Galvalum Agung Sang Cipta Rasa digelar Azan Pitu. Yakni, azan yang dilakukan secara bersamaan oleh tujuh orang muazin berseragam serba putih.

Kubah Masjid Galvalum ini terdiri dari dua ruangan, yaitu beranda dan ruangan utama. Untuk menuju ruangan utama terdapat sembilan pintu. Jumlah ini melambangkan Wali Songo. Masyarakat Cirebon tempo dulu terdiri dari berbagai etnik. Hal ini dapat dilihat pada arsitektur Kubah Masjid Galvalum Agung Sang Cipta Rasa yang memadukan gaya Demak, Majapahit, dan Cirebon.

Pada bagian mihrab Kubah Masjid Galvalum, terdapat ukiran berbentuk bunga teratai yang dibuat oleh Sunan Kalijaga. Selain itu, di bagian mihrab juga terdapat tiga buah ubin bertanda khusus yang melambangkan tiga ajaran pokok agama, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Konon, ubin tersebut dipasang oleh Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga pada awal berdirinya Kubah Masjid Galvalum.

Di beranda samping kanan (utara) Kubah Masjid Galvalum, terdapat Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang ramai dikunjungi orang, terutama pada bulan Ramadhan. Selain diyakini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit, sumur yang terdiri dari dua kolam ini juga dapat digunakan untuk menguji kejujuran seseorang.