Tak ada CCTV di lokasi anggota Brimob diduga dikeroyok

Polda Bali sudah menyisir lokasi partisipan Brimob Brigadir IB Suda Suwarna diciptakan dalam keadaan pingsan, dengan wajah lebam sertakehilangan senjata. Namun tim investigasi tak mendapatkan ada kamera pengawas atau CCTV di lokasi, yang didambakan dapat menolongsistem penyidikan.
Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo menerangkan, usai mendapat report anggotanya mendatangi lokasi buat melaksanakan olah TKP. Bahkan ratusan petugas dari Brimob, polisi berpakaian lengkap serta preman menyusuri Hotel Ayana
Selain itu, petugas juga memperketat akses masuk dengan merazia di seputaran Jimbaran serta akses masuk menuju kawasan hotel. diantaranya sebanyak permukiman tempat indekos di wilayah Kuta Selatan dengan melibatkan Pecalang desa adat
Untuk mengungkap pelaku tersebut, Polda Bali membentuk tim khusus yang terdiri dari partisipan cyber, krimsus, krimum serta Brimob dan Propam.
Lihat Juga : Jual CCTV Batam
“Kita langsung bikin tim supaya problematika ini laju terungkap. sekelumit ini, kami belum dapat mengungkap motif serta aksi pelaku ini. pasal ini masih dalam penyelidikan,” ujar Komisaris Besar Hadi Purnomo.
Hanya saja kata dia di tempat kejadian perkara tak adanya kamera atau CCTV. “Di TKP tak adanya CCTV-nya, jadi kami akan menatap dari depan,” paparnya.
Pengecekan CCTV sekelumit ini telah dilaksanakan buat yang terpasang di kantin lokasi victim makan siang. disamping itu, petugas juga memeriksa rekaman di seputaran dekat lokasi layaknya restoran serta juga toko modern.
Hanya saja, ia menuturkan belum dapat mengungkap result penyelidikan. Diakui, pihaknya masih berupaya menggali keterangan victimyang sekarang dirawat di RS Trijata, Denpasar.
Untuk dikenal victim terakhir kali dikenal izin makan siang. Namun sekitar jam 1220. WITA, Kemarin salah seorang satpam Hotel Anaya mengabarkan adanya partisipan Brimob pinsang.
Sejumlah rekannya yang juga tugas PAM saat itu berdatangan. Saat diciptakan victim dalam keadaan wajah lebam serta mata memerah. Bahkan saat sadar victim terlihat bingung serta muntah darah serta saat itu juga dilarikan ke klinik hotel buat penanganan sementara.
Ajibat kejadian ini senjata laras panjang Jenis AK 101 beserta 1 magasen berisi 3 peluru hampa serta 27 peluru karet, raib. Polisi belum memastikan apa victim diserang atau diracuni.
Pihak rumah sakit juga enggan buat membagikan keterangan terhubung result pengobservasian klinis pada korban .