Calo TKI di Blitar Dihakimi Pencari Kerja

Calo TKI di Blitar Dihakimi Pencari Kerja. Seorang calo pengerah tenaga kerja indonesia asal blitar jawa timur tewas dikeroyok oleh puluhan Orang calon t-k-i yang ditipunya.

Calo t-k-i naas tersebut adalah sukamto warga desa candirejo kecamatan ponggok blitar sukamto sempat dirawat di rumah sakit mardi waloyo kota blitar selama delapan jam lamanya akhirnya menghembuskan nafasnya karena luka yang cukup parah pada bagaian kepala.

Hasil optosi korban meninggal akibat benturan keras benda tumpul yang mengakibatkan pecahnya tulang dasar tengkorak.

Peristiwa pengeroyokan ini berawal ketika empat belas pemuda mendatangi rumah korban mereka menagih janji kepada korban sebab tidak segera di berangkatkan menjadi tki ke malaysia padahal mereka masing-masing sudah membayar 3 5 juta rupiah.

Belasan pemuda yang sudah emosi itu akhirnya menghajar korban dihadapan sang istrinya korban yang sudah tak berdaya selanjutnya diseret menuju ke rumah kasun yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah korban.

Namun ditengah perjalanan massa bertambah banyak dan makin bringas belum sampai ke rumah kasun korban kembali dihajar menggunakan batu -batu besar yang berada di pinggir jalan masa baru menghentikan setelah polisi datang dan membawa korban ke rumah sakit.

Beberapa jam setelah kejadian polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang ditengarai sebagai provokator kejadian tersebut ketiganya adalah sutikno 20 tahun imam dawai 20 tahun Dan sodiq 18 tahun.

Sodiq salah seorang tersangka mengakui perbuatannya karena jengkel telah ditipu dia mengaku telah nyetor uang 3 5 juta rupiah kepada sukamto dan dijannjikan sudah pasti berangkat ke malaisia pada tanggal 23 mei 2005 lalu namun setelah ditunggu hampir sebulan janji itu tak kunjung dipenuhi.

Kapolres blitar akbp gatot edy p menjelaskan saat ini polisi telah mengamankan 3 orang tersangka dan memintai keterangan beberapa saksi yang juga menjadi korban penipuan sukamto barang bukti yang diamankan berupa batu-batu dan kayu yang dipergunakan untuk menghabisi korban.

Seorang kakek dan seorang bocah perempuan warga blitar jawa timur kemarin ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan dari mulut bocah siswi kelas tiga s-d itu keluar busa tanda keracunan sedangkan sang kakek menggantung di sebuah pohon.