Bukalapak.com Serius Mengembangakan 2 Fitur Layanan Investasinya

PT Bukalapak.com yang membuat konsumen nyaman dengan adanya cek resi yang serius mengembangkan dua fitur layanan investasinya, yakni Bukareksa dan Bukaemas. Bila inovasi ini berkembang baik, tidak menutup kemungkinan Bukalapak bakal menambah varian investasi yang akan ditawarkan lagi.

Bayu Syerli, Vice President Marketing Bukalapak, mengatakan, kendati baru dikenalkan pada awal tahun Bukareksa sudah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Sampai saat ini tercatat sudah lebih dari 35.000 investor yang bergabung di Bukareksa. Bukareksa baru tiga kuartal sambutannya sangat luas sudah lebih 35.000 investor. Malah sudah mendekati 50.000 investor yang menanamkan investasi di Bukareksa, ujar Bayu

Bukalapak.com Serius Mengembangakan 2 Fitur Layanan Investasinya

Agar lebih meningkatkan jumlah investor, Bukalapak telah melakukan roadshow ke beberapa tempat untuk mengenalkan inovasi baru tersebut. Menurut Bayu, Bukalapak merupakan e-commerce pertama yang mengenalkan program investasi reksadana kepada masyarakat melalui sistem online.

Sementara, di fitur layanan investasi Bukaemas Bayu mengklaim juga mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Sayang dirinya belum bisa memberikan data mengenai jumlah investor dari layanan investasi ini.

Bayu menjelaskan, dua fitur investasi yang dikeluarkan oleh Bukalapak ini memiliki segmen berbeda.

Bagi para investor konservatif, ia menyarankan agar memilih Bukaemas. Sedangkan bagi para investor yang agresif, lebih baik menginvestasikan duit mereka di Bukareksa.

Menurut dia, kuncinya itu membuka mata masyarakat di Indonesia agar meningkatkan kesadaran menabung. “Kami memberikan kemudahan. Kalau mereka sudah terbuka bahwa reksadana itu investasi yang menguntungkan dan stabil, begitu juga emas, ya, kami tinggal memberikan kemudahan akses online melalui Bukalapak, kata Bayu.

Inovasi Bukalapak tidak hanya terpaku pada investasi di reksadana dan emas saja. Ke depan, Bukalapak masih akan mengembangkan fitur investasi lain.

Walaupun masih enggan membeberkan lebih mendetail, yang jelas Bukalapak memfasilitasi keinginan investasi masyarakat dengan metode yang lebih mudah dan cepat. Apalagi, Bukalapak mengaku memilik banyak inovasi. “Nanti kalau e-money kami diizinkan, pembayaran dan investasi akan semakin mudah. Dulu kalau mau deposito atau reksadana, investor harus dikunjungi dan prosesnya lama. Dengan adanya platform online Bukareksa dan Bukaemas akan mempermudah, ujar Bayu.

Guna memanjakan kemudahan bagi konsumen, Bukalapak tengah kepincut mengembangkan platform pembayaran sendiri. Untuk melanggengkan mimpi itu, perusahaan ini sudah melakukan pengajuan untuk mendapatkan lisensi e-money dari Bank Indonesia.

Sebagai upaya memperluas interaksi antara penjual dan pembeli dan memberikan shoping experience yang berbeda dengan e-commerce lain, Bukalapak akan merilis fitur negosiasi yang disempurnakan untuk mendukung interaksi antara pelapak dan pembeli lebih baik lagi.

Sekadar catatan, permintaan di Bukalapak masih didominasi Pulau Jawa, yakni dikisaran 40%, sisanya tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan trafik di Bukalapak mencapai 5 juta pelanggan per hari. Pelanggan registered kami saat ini hampir 14 juta orang. Kami percaya, di akhir tahun ini sudah di atas 15 juta user, kata Bayu.

Transaksi pembelian barang secara online melalui situs e-commerce diprediksi akan melonjak tajam jelang Lebaran nanti. Salah satu pendorong yaitu peningkatan konsumsi masyarakat jelang hari raya.

Co-Founder dan CFO Bukalapak, Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan, lonjakan transaksi ini diperkirakan akan terjadi pada pekan depan atau dua minggu sebelum Lebaran. Hal tersebut mengingat sebagian besar pekerja telah mendapat Tunjangan Hari Raya (THR).

“Mungkin puncaknya baru minggu depan karena sebagian baru dapat THR akhir minggu ini,” ujar dia di Kantor Bukalapak, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Menurut dia, hingga saat ini telah terjadi kenaikan transaksi di Bukalapak hingga 30 persen dibandingkan hari normal di luar Ramadan. Kenaikan transaksi tersebut diprediksi akan terus meningkat saat mendekati Lebaran.

“Sampai sekarang itu sudah 20 persen-30 persen. Jadi minggu depan mungkin bisa jadi 50 persen atau 100 persen, kita tidak tahu,” lanjut dia.

Untuk jenis barang yang paling banyak dibeli melalui online, lanjut Fajrin, tidak jauh dari barang konsumsi masyarakat dalam menyambut Lebaran seperti pakaian dan makanan. Namun juga diperkirakan akan terjadi lonjakan pada pembelian barang-barang elektronik seperti ponsel dan lain-lain.

“Salah satunya fesyen, itu baju lebaran. Kemudian makanan seperti kue dan sebagainya. Ketiga, barang elektronik, mungkin karena sudah dapat THR, sebagian yang beli gadget dan sebagainya,” kata dia.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan transaksi tersebut, Bukalapak juga telah menyiapkan sistem IT yang lebih baik. Selain itu, Bukalapak terus melakukan promosi hingga pemberian cashback untuk pelanggan yang berbelanja di situs e-commerce tersebut.

“Dari sisi sistem kita pastikan sistem kita siap. Kita juga ada campaign berbelanja di Bukalapak. Kalau berbelanja bisa mendapatkan semacam cashback, kita nyebutnya amplop atau semacam THR yang bisa digunakan untuk berbelanja berikutnya,” tandas dia.